HANGAT: Suasana hangat begitu terasa saat Silaturahmi Keluarga Besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang berdomisili di Kalimantan Barat, Rabu (4/5). Keakraban begitu terasa. Masing-masing saling lepas senyum dan tawa, dalam kebersamaan. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST
PONTIANAK—Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang berdomisili di Kalimantan Barat bertekad untuk ambil bagian menyukseskan pembangunan di provinsi ini. Hal itu ditegaskan Ketua DPW KKSS Kalbar Kadir Ube saat silaturahmi KKS yang berdomisili di Kalimantan Barat, Rabu (4/5) malam.Sekelompok perempuan muda energik tampil membawakan tarian tradisional pada acara itu. Tarian itu merupakan tradisi KKSS ketika menyambut tamu kerabat, sanak saudara, tamu dalam rangka kebersamaan dan persaudaraan.
Sebab, dalam Islam diajarkan, jika ingin panjang umur, dimudahkan rezeki, perbanyak silaturahmi. "Dimanapun KKSS berada, sebagai insan harus menyukseskan pembangunan terutama di Kalbar, tapi tidak lupakan kampung halaman," kata Kadir Ube. Sepanjang 1.000 km pantai yang ada di Kalbar, ini pasti ditemukan orang yang masih menggunakan bahasa Bugis. Namun, Ube menyatakan, bahwa nilai budaya yang masih terpelihara baik di Sulawesi Selatan, sepertinya kurang dihayati oleh kebanyakan keluarga Bugis di Kalbar ini. Maka dari itu perlu kembali diingatkan dan dimotivasi tentang pentingnya memelihara nilai budaya itu.
Terutama yang berkaitan dengan budaya dan etos kerja. "Jangan mau didahului orang menginjakkan kaki di titian. Jangan mau didahului orang mendapat rezeki,” kata Ube mengingatkan setelah menyebut petuah dalam bahasa Bugis. Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan. Karena, menurut dia, secara pendidikan memang masih tertinggal. Ini juga perlu dimotivasi. Sekarang ini memang sudah banyak orang Bugis yang memandang bahwa pendidikan begitu penting. “Orang tua sudah mengajarkan, jangan mau ditinggalkan kepintaran. Orang bisa kenapa kita tidak. Saya mohon agar pendidikan menjadi perhatian kita semua,” tegasnya.
Terlihat diantara sejumlah yang hadir pada acara itu, Panglima Kodam XII Tanjungputa Mayjen TNI Andi Geerhan Lantara, Wakapolda Kalbar Kombes Pol Safarudin, Sekda Pontianak M Akip, mantan Bupati Ketapang yang juga Ketua DPD Golkar Kalbar Morkes Effendi, Wakajati Kalbar. Sementara Kombes Pol Safarudin merasa bangga, ketika menjalankan tugasnya datang ke suatu daerah, ada tokoh masyarakat Bugis yang bisa menjamin daerah itu aman. Apalagi, bisa menjadi teladan di manapun berada.
Di tempat yang sama, Andi Geerhan Lantara mengatakan, berkaitan dengan keberadaan masyarakat Sulsel di Kalbar, nasihat-nasihat dan petuah dari orang tua masih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam berkiprah di kehidupan masyarakat Kalbar. “Sehingga bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara. Masyarakat Sulsel mewakili karakter saling menghargai, saling menjaga dan saling mendoakan,” tegasnya. Geerhan menegaskan, dalam masyarakat Bugis, zaman dahulu bagi yang melakukan tindakan memalukan, tentunya mendapat hukuman. Dia percaya, sampai saat ini hal itu masih berlangsung. “Saya percaya trah Bugis tidak akan pernah bergeser,” katanya. (ody)
Sebab, dalam Islam diajarkan, jika ingin panjang umur, dimudahkan rezeki, perbanyak silaturahmi. "Dimanapun KKSS berada, sebagai insan harus menyukseskan pembangunan terutama di Kalbar, tapi tidak lupakan kampung halaman," kata Kadir Ube. Sepanjang 1.000 km pantai yang ada di Kalbar, ini pasti ditemukan orang yang masih menggunakan bahasa Bugis. Namun, Ube menyatakan, bahwa nilai budaya yang masih terpelihara baik di Sulawesi Selatan, sepertinya kurang dihayati oleh kebanyakan keluarga Bugis di Kalbar ini. Maka dari itu perlu kembali diingatkan dan dimotivasi tentang pentingnya memelihara nilai budaya itu.
Terutama yang berkaitan dengan budaya dan etos kerja. "Jangan mau didahului orang menginjakkan kaki di titian. Jangan mau didahului orang mendapat rezeki,” kata Ube mengingatkan setelah menyebut petuah dalam bahasa Bugis. Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan. Karena, menurut dia, secara pendidikan memang masih tertinggal. Ini juga perlu dimotivasi. Sekarang ini memang sudah banyak orang Bugis yang memandang bahwa pendidikan begitu penting. “Orang tua sudah mengajarkan, jangan mau ditinggalkan kepintaran. Orang bisa kenapa kita tidak. Saya mohon agar pendidikan menjadi perhatian kita semua,” tegasnya.
Terlihat diantara sejumlah yang hadir pada acara itu, Panglima Kodam XII Tanjungputa Mayjen TNI Andi Geerhan Lantara, Wakapolda Kalbar Kombes Pol Safarudin, Sekda Pontianak M Akip, mantan Bupati Ketapang yang juga Ketua DPD Golkar Kalbar Morkes Effendi, Wakajati Kalbar. Sementara Kombes Pol Safarudin merasa bangga, ketika menjalankan tugasnya datang ke suatu daerah, ada tokoh masyarakat Bugis yang bisa menjamin daerah itu aman. Apalagi, bisa menjadi teladan di manapun berada.
Di tempat yang sama, Andi Geerhan Lantara mengatakan, berkaitan dengan keberadaan masyarakat Sulsel di Kalbar, nasihat-nasihat dan petuah dari orang tua masih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam berkiprah di kehidupan masyarakat Kalbar. “Sehingga bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara. Masyarakat Sulsel mewakili karakter saling menghargai, saling menjaga dan saling mendoakan,” tegasnya. Geerhan menegaskan, dalam masyarakat Bugis, zaman dahulu bagi yang melakukan tindakan memalukan, tentunya mendapat hukuman. Dia percaya, sampai saat ini hal itu masih berlangsung. “Saya percaya trah Bugis tidak akan pernah bergeser,” katanya. (ody)



10.24
Admin dishubkominfo
0 komentar:
Posting Komentar